A Reason to Fight



Kalau kalian pernah nonton Iron Man 3, di situ ada adegan di mana Tony Stark langsung terkena serangan panik setiap kali mendengar kata “New York”.

Waktu gue nonton adegan itu, gue agak risih. Gue ngerasa adegan itu agak berlebihan. Gue sampai pernah bilang, “Ih, apaan sih. Mana ada orang yang sampai segitunya”, sampai akhirnya, gue merasakannya sendiri. Setiap kali gue mendengar kata-kata tertentu, baik itu sengaja atau enggak, gue bisa tiba-tiba panik.

Dulu, waktu masih di Jogja, gue pernah sekali kena serangan panik, tapi enggak tau pasti penyebabnya. Sekarang, gue mulai menyadari kalau ternyata ada pemicunya. Lebih parah, sekarang enggak cuma kata-kata. Ketika nonton film pun, gue bisa tiba-tiba kena serangan panik kalau adegan dalam film yang gue tonton mengingatkan gue pada sesuatu yang bikin gue panik itu.

Gue mengalami kejadian ini sudah berminggu-minggu, bahkan sampai gue posting tulisan ini. Bikin gue jadi kurang produktif, dan susah menikmati hiburan. Gue enggak bisa sembarangan dengar orang ngobrol kayak di podcast, enggak bisa sembarangan nonton film, tapi enggak bisa juga cuma diam.

Berbagai cara sudah gue coba seperti main game, baca buku, berinteraksi sama orang. Kadang berhasil, kadang enggak (Karena itu tadi, gue enggak bisa prediksi kapan kata dan visual itu muncul dan bikin gue panik). Sampai suatu malam, gue mencoba mendengarkan lagu secara acak menjelang tidur, dan terputarlah A Reason to Fight dari Disturbed.


Dulu, waktu SMP-SMA-kuliah, gue enggak bisa banget tidur kalau berisik. Sekarang, gue malah enggak bisa tidur kalau hening. Karena ternyata, keheningan bisa memicu pikiran-pikiran buruk di kepala. Jadi, gue menyiasati semua itu dengan dengar musik, entah itu musik acak, atau mutar video konser yang durasinya lebih panjang biar gue bisa ketiduran sebelum videonya selesai—dan ketemu lagi sama keheningan.

Nah, pas gue enggak sengaja dengerin lagu Disturbed yang gue sebutin tadi, gue ngerasa ada sesuatu yang seolah-olah menenangkan gue.

The image in your eyes
reflecting the pain that has taken you
I hear it in your voice, so ridden with shame
from what’s hailing you

Baru dengar awalnya aja, gue udah ngerasa kalau David Draiman—vokalisnya—beneran dengerin gue, dan beneran ngerasain kecemasan yang gue alami.

I won’t give up, so don’t give in
you’ve fallen down but you can rise again

Gue pun langsung mencari tau soal David Draiman dan Disturbed-nya.

Ternyata, dia juga adalah salah satu orang yang berhasil melawan rasa depresi dan kecemasan berlebih dalam hidupnya. Dia menceritakan sekelebat kisah itu dalam video klip Inside the Fire.

Berawal dari A Reason to Fight, gue ketemu Inside the Fire, dan konser Disturbed yang ternyata teramat sangat peduli dengan orang-orang yang punya gangguan mental atau memiliki kecemasan berlebih terhadap sesuatu.

Lost in your world of lies
I find it so hard to believe in you
Can it be real this time?
Or just a part of this game that we're playing through

Lagu ini cukup mewakili apa yang gue alami, lirik demi liriknya. Setiap hari, setidaknya gue mendengarkan lagu ini satu kali dan sejauh ini selalu berhasil membuat gue memutuskan untuk tidak mengakhiri hidup.

I won't give up so don't give in
You've fallen down but you will rise again
I won't give up

Gue percaya semua orang akan merasakan masa krisis dalam hidupnya, dan kita semua berperan untuk menyelamatkan mereka, membantu mereka keluar dari perangkap yang tidak mengenakkan itu.

Dan, David Draiman bersama Disturbed setidaknya sudah membantu gue untuk tetap bertahan sampai sejauh ini. Gue tau gue belum sembuh total dan masih akan ada banyak hal-hal yang bisa saja menjadi pemicu, tetapi gue akan terus berusaha bertahan dan melawan kecemasan-kecemasan itu.

When the demon that's inside you is ready to begin
And it feels like it's a battle that you will never win
When you're aching for the fire and begging for your sin
When there's nothing left inside, there's still a reason to fight

Setiap kali lagu sampai ke lirik ini, gue selalu merasa lebih kuat. Seperti David Draiman datang memeluk gue dan meneriakkan kata-kata yang membuat gue semakin kuat, meyakinkan gue kalau gue bisa melewati semua masalah yang ada.

Kalau gue mendengarkannya sebelum tidur, gue akan hampir selalu menangis. Kalau pagi, gue bisa lebih semangat dari biasanya.

Don't let it take your soul
Look at me take control
When knowing to fight this war
This is nothing worth dying for

Setiap kali mau menyerah, gue selalu mengingat lagi bagian ini dan menyanyikannya. Ajaibnya, selalu berhasil menyadarkan gue.

Selain lagu A Reason to Fight, saat ini enggak ada lagi alasan kuat kenapa gue masih hidup. Karena itu, gue senang banget bisa ketemu sama Disturbed dan mendengarkan lagu-lagu mereka. Tiba-tiba saja gue ingat, dulu, salah satu teman kuliah gue sempat ngasih rekomendasi band ini, tapi enggak gue dengarkan. Lalu, setelah lulus, waktu gue nonton ulang film Watchmen, gue denger lirik “Hello darknes my old friend, I’ve come to talk with you again…” di dalam film itu. Setelah gue cari, ternyata itu lagu dari Simon & Garfunkel yang dinyanyikan ulang oleh Disturbed. Judulnya The Sound of Silence. Dan kayaknya, dari histori gue itulah gue menemukan A Reason to Fight terputar secara acak malam itu. And now, I’m so glad to find that I still have a reason to fight.

No comments:

Post a Comment