Memotret Vibranium



Belakangan ini gue punya hobi mengoleksi mobil-mobilan, action figure, dan merakit robot-robotan buat mengisi waktu luang. Merakit robot-robotan ini sebenarnya ketualaran sama mantan bos gue yang setiap minggu ngirimin gue robot hasil rakitannya sambil bilang, “Yo, Man, ke Jakarta lagi sini, biar bisa rakit robot bareng”. Dasar bos pelit, manggil doang, beliin tiket nggak mau.

Ngomongin lagi soal hobi, setiap orang pasti punya hobi yang beda-beda. Misal gue, hobinya ngoleksi mainan anak-anak. Teman gue ada yang hobinya modifikasi motor, terus ada juga hobinya ngerusakin motor. Iya, gue punya teman yang dalam sebulan bisa kecelakaan sampai tiga kali. Nah, gue juga punya teman yang hobinya sama kayak gue yaitu ngumpulin action figure dan merakit robot-robotan.

Namanya Wawan.

Bedanya dengan gue, Wawan ini mengolaborasikan hobinya dengan fotografi. Ya, dalam hal fotografi memang masih banyak lagi sub-sub yang lebih spesifik, dan dalam hal ini Wawan masuk kategori fotografi action figure atau yang dikenal dengan Toy Photography. Katanya, hobi yang satu ini memang seru, menyenangkan, dan anti-mainstream. Dan nggak sembarang juga orang yang bisa karena harus pakai teknik khusus untuk menghasilkan gambar yang membuat mainan benar-benar hidup.
Bukan punya gue, bukan punya Wawan juga.

Setelah mencari tau, gue jadi tau kalau orang-orang dengan hobi fotografi seperti ini memang memiliki cara berpikir yang lebih kreatif dibandingkan dengan mereka yang sekadar foto objek lain. Mungkin karena… mereka yang punya hobi ini harus memiliki daya imajinasi yang cukup tinggi dan di atas rata-rata.

Selain itu, ada beberapa aspek penting dalam menjalani hobi fotografi jenis ini. Misalnya saja kamera, properti, dan kemampuan editing. Untuk mendukung hasil gambar yang bagus, tentu saja sebaiknya menggunakan kamera dengan resolusi tinggi dan juga punya fitur focusing. Dengan kata lain, kamera DSLR. Tapi kalau misal belum punya kamera DSLR atau belum mahir mengatur manual, kamera smartphone sebenarnya juga bisa digunakan.

Kamera smartphone yang bisa digunakan untuk foto action figure biasanya harus punya fitur bokeh. Misalnya kayak… hm.. misalnya kayak OPPO F7. Fitur bokeh ini bisa mengubah latar di belakang objek utama menjadi tampak sedikit lebih blur dan fokus yang semakin tajam hanya ke objek utamanya (atau bisa juga sebaliknya).

Keunggulan lain dari kamera OPPO F7 ini adalah, teknologi AI atau Artificial Intelligence-nya juga bisa mendeteksi wajah pada objek dan kameranya didukung sensor HDR yang memungkinkan exposure diseimbangkan di setiap pikselnya. Jadi, buat kamu-kamu yang senang dengan Toy Photography atau foto action figure, siap-siap untuk teracuni sama kamera OPPO F7 ini. Pokoknya nanti kalau gue udah jago foto action figure pake OPPO F7 ini, gue akan balik ngechat mantan bos gue, “Yo, Bos, ke Wakanda aja sini, motret vibranium bareng”.

No comments:

Post a Comment