Congratulation, I Hate You

PHOTO: Free-Photos on Pixabay
Judul               : Congratulation, I Hate You
Penyanyi        : Alesana
Album             : On Frail Wings of Vanity and Wax
Tahun             : 2006

Gue lagi duduk sendirian di koridor kampus ketika Shany—salah satu teman kelas, datang menghampiri gue. Dosen baru saja keluar dan gue nggak masuk karena telat, dan tugas makin menumpuk.

“Firman, kamu udah pernah dengar lagu ini belum?” tanyanya tanpa menanyakan perasaan gue yang gagal ikut mid-test.

“Lagu apa?” jawab gue dengan wajah datar.

Shany mendekatkan layar BlackBeryy Curve miliknya dan di situ tertulis “Song 002 – Artist Unknown” dengan jenis huruf yang sudah cukup bikin mata gue mimisan. Ia kemudian menekan tombol play dan suara keyboard yang diiringi bunyi simbal yang sesekali, memulai lagu itu.

“Awal-awal lagunya santai, tapi makin ke belakang kayak orang gila.”

“Kamu juga gila.”

Begitu lagu masuk chorus, gue langsung jatuh cinta dengan lagu itu.

“Ini judulnya apa, Shan?” tanya gue.

“Congratulation, I Hate You. Alesana.”

“Kirim via Bluetooth dong kalau gitu.”

Nggak sampai semenit, lagu itu pun sudah berada di handphone gue. Mungkin orang-orang sekarang banyak yang nggak tau fungsi Bluetooth karena sudah tergantikan oleh MiDrop atau Share It, tapi percayalah, sebelum Bluetooth bahkan pernah ada teknologi bernama Infrared yang penggunaannya (untuk bertukar file) lebih menegangkan dari sekadar nonton video format .3gp sembunyi-sembunyi.

“Ada yang lain?” tanya gue lagi.

“Nggak ada, aku cuma punya satu itu aja,” kata Shany lalu pergi begitu saja.

Setelah Shany pergi gue mendengarkan Congratulation, I Hate You berulang-ulang dan benar, gue semakin suka sama lagu ini. Setelah sampai di rumah, gue pun mencari tau lebih lanjut tentang Alesana dan lagu-lagu mereka lainnya.

Sampai saat ini gue masih suka mendengarkan lagu-lagu dari album The Emptiness, dan salah satu lagu dari album Where Myth Fades to Legend berjudul Sweetheart, You’re Sadly Mistaken sempat jadi ringtone di handphone gue selama lebih dari satu tahun. Selain dua lagu tersebut, gue juga suka beberapa lagu lain seperti Apology, Ambrossia, Annabel, The Artist, The Murderer, dan Curse of the Virgin Canvas hingga akhirnya gue menyadari kalau ternyata gue suka seluruh lagu-lagu yang dibuat Alesana.

Belakangan gue juga baru tau kalau ternyata Alesana sudah pernah sekali menggelar konser di Jakarta. Sebuah fakta yang bikin gue berpikir, “gue selama ini ke mana aja, kok ketinggalan lagu bagus kayak gini.”

Hal lain yang bikin gue suka sama Alesana selain lagunya yang, yah, dengerin sendiri aja, adalah aksi panggung di setiap konser mereka yang gokil abis. Setiap kali nonton video konser Alesana di YouTube gue selalu teringat sama aksi-aksi panggung Dan Marsala dan kawan-kawannya di Big Blue Monkey yang baru sempat gue tonton live concert-nya ketika namanya sudah berganti jadi Story of the Year.

Lagu Congratulation, I Hate You ini bahkan jadi salah satu lagu favorit gue sepanjang masa. Setiap kali pikiran kacau, perasaan galau, dan hal-hal sejenis lainnya datang, gue hampir selalu bisa mengusirnya setelah mendengarkan lagu ini meskipun gue nggak tau pasti lagu ini menceritakan tentang apa. Lagi pula, untuk beberapa alasan gue pikir lagu bukan dibuat untuk dimengerti, tapi dinikmati.

Semesta sepertinya memang menakdirkan gue untuk kenal dan menyukai Alesana, karena Shany, yang gue kenal, adalah seorang penggemar berat Pee Wee Gaskins. Dia bahkan memakai nama Sansan di akun Twitternya saking sukanya dia sama band yang sempat hype bertahun-tahun silam itu. Dan juga, Shany cuma punya satu lagu Alesana itu dan di antara banyak yang terlambat masuk kelas kala itu, yang diperdengarkan lagu itu cuma gue. Semesta lucu sekali, kan?


Catatan: waktu itu sekelas ada 40 orang dan yang telat ada sekitar 20, jadi bayangkan koridor kampus waktu itu ramainya seperti apa oleh jiwa-jiwa yang terpaksa harus mengulang omong kosong yang sama tahun berikutnya.

No comments:

Post a Comment