Bukan Review: Micronica Coffee Exp


Sebagai orang Makassar, agak aneh rasanya kalo gue udah nge-bukan-review-in tempat nongkrong di luar kota tapi nggak pernah nulis yang ada di Makassar. Jangan sampai orang-orang mengira di Makassar nggak ada tempat yang asik dan seru buat nongkrong. Asal kalian tahu, pertumbuhan ekonomi kota Makassar lebih di atas ketimbang Jakarta sekalipun. Jadi kalau cuma soal tempat nongkrong dan sebangsanya, nggak usah meragukan kota Anging Mammiri yang terkenal dengan kuliner coto dan pisang epe-nya itu.

Ngomong-ngomong, gue sebenarnya bukanlah pencinta kopi. Setiap kali ketemu temen lalu ditanya, “Man, lu ngopi, nggak?” selalu gue jawab dengan, “Ngopi, tapi nggak fanatik. Kalo ada, gue minum. Kalo nggak ada, nggak nyari juga.”

Ya. gue orangnya bisa dan asik diajak ke mana aja, ngapain aja, dan makan apa aja. Gue makan semua jenis makanan dan minum semua jenis minuman, kecuali racun. Maka ketika gue diajak ke Micronica Coffee Exp., salah satu tempat ngopi yang lokasinya nggak jauh dari Pantai Losari dan Pelabuhan Kota Makassar, gue nggak menolak.

Tadinya gue pikir kami salah masuk tempat, karena Micronica Coffee Exp. yang berlokasi di Jl. Sulawesi 328 ini berada di dalam Rex Hardware Shop. Tapi setelah masuk, ternyata benar, ada tempat ngopi yang small but cozy di sini.

Ketika masuk, di sana hanya ada satu orang barista dan suasana kafe masih sepi. Katanya memang hari itu baru buka pas siang.

Micronica Coffee Exp. menyediakan berbagai jenis kopi yang diroasting dengan sangat hati-hati oleh barista yang sudah berpengalaman dan sering mengikuti kompetisi tingkat nasional. Jadi untuk urusan rasa, nggak perlu diragukan lagi. rasanya pasti enak, meski tak seenak rasa yang pernah ada.

Karena nggak ngerti-ngerti banget sama kopi-kopian, jadi gue minta rekomendasi kopi untuk yang nggak doyan kopi. Lalu mulailah si barista meroasting kopi sambil gue mengajukan beberapa pertanyaan.

Ini kopi jenis apa?

Ini alatnya namanya apa dan belinya di mana?

Bagaimana cara membedakan kopi satu dengan yang lainnya, kan bentuknya sama aja?

Kenal Haji Lulung nggak?

Di etalase Micronica Coffee Exp. terpajang beberapa jenis kopi seperti Arabica, Robusta, Excelsa, dan ada lagi yang gue lupa. Gue cuma familier sama Arabica dan Robusta, sih. Itu juga karena dulu sering liat iklannya di TV. Sebenarnya si barista juga menjelaskan gimana cara membedakan jenis kopi satu dengan yang lainnya, tapi gue tetap aja nggak ngerti. Bedain jahe sama lengkuas aja gue nggak bisa. Hahaha.

Dan ketika gue tanya dia kenal Haji Lulung atau nggak, ternyata dia kenal. Apakah Haji Lulung memang sepopuler itu? Oh, ternyata baristanya pernah tinggal dan kuliah di Jakarta. Mohon maaf, Bang Haji, you’re not that famous.

Setelah menyaksikan proses roasting kopi yang cukup menarik (FYI, itu pertama kali gue menyaksikan proses roasting kopi secara langsung, soalnya biasanya gue ngopi di warteg), akhirnya masing-masing segelas Espresso, Piccolo, air mineral dan Tropical Pie Tart mendarat di meja. Satunya lagi lupa karena dipilihin sama baristanya, nggak milih sendiri.

Sebenarnya gue kaget ketika ngeliat Espresso ternyata gelasnya kecil dan isinya dikit banget, dan lebih kaget lagi ketika gue nyobain. Rasanya pahit tapi ketika gue cium ada aroma buah—entah nangka yang dicampur gula merah, gue juga nggak ngerti—dan gue ngerasanya jadi enak. Ini pertama kali gue mampu menerima kepahitan dengan rasa senang dalam hidup #EAAA. Setelah itu gue nyobain Piccolo lalu es kopi rekomendasi barista yang rasanya biasa aja, sama kayak kopi campur susu yang ada di kafe-kafe lainnya yang pernah gue coba. Jadi hari itu gue nyobain tiga jenis kopi sekaligus dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Please applause! +69 buat Tropical Pie Tart yang rasanya enak banget, kayak hubungan pas baru tiga bulan pertama.



Dan, buat yang nggak suka kopi, nggak usah sedih karena Micronica Coffee Exp. juga menyediakan beberapa jenis teh untuk dicoba. Cuma gue kurang tau apakah proses pembuatan tehnya juga melewati proses roasting seperti kopinya atau nggak. Tapi kayaknya nggak, sih. *digampar berjamaah*

Selain kopi dan kue pai yang sangat gue rekomendasikan, Micronica Coffee Exp. juga punya view yang bagus banget walaupun kecil. Cocok buat foto-foto terus upload ke Instagram. Sayangnya view yang bagus itu nggak didukung sama pemandangan kota yang indah karena di sepanjang Jalan Sulawesi itu hanya ada gedung-gedung di kiri-kanan jalan dan mobil yang terparkir di kedua sisi sepanjang jalan. Macetnya kota Makassar juga luar biasa, untung saja rasa kopinya menenangkan dan teman ngopi gue hari itu cantiknya mendamaikan hati.

Rasa: 7/10 karena nggak doyan kopi
Tempat: 8.5/10
Harga: Standar

Lokasi:

No comments:

Post a Comment