Open

Finally...


FOTO: CINTA BRONTOSAURUS

Finally… setelah istirahat sekitar sepuluh harian akhirnya gue ngisi blog ini lagi dengan tulisan yang penting nggak penting untuk dibaca. Sepuluh hari lalu, gue ada di pedalaman yang paling dalam. Gue tinggal di gua yang letaknya di dalam gua, menyeberangi sungai yang dikelilingi sungai dan melewati lembah yang dipeluk jurang dalam rangka tugas sebelum tugas akhir kampus: KKN. Iya, gue udah mulai tua. Kenapa? Masalah? 

Kuliah Kerja (maunya) Nyantai atau yang akrab disebut KKN tahun ini udah gue jalani sekitar sepuluh hari, dan balik ke Panic Room (baca: kamar gue) dalam rangka lebaran dan gue gunakan kesempatan ini buat nge-blog karena di sana jaringan susah banget. Jangankan jaringan internet, burung merpati aja nggak bisa ngirim surat. Barangkali aja ada yang kangen sama tulisan gue. Barangkali.


Oke, oke. By the way, bicara soal KKN berarti kita bicara soal jarak, bicara soal waktu. Jarak dan waktu adalah dua hal yang paling dibenci oleh muda-mudi yang lagi dilanda asmara (asem-manis sengsara). Ada yang pacaran tapi terpisah jarak. Satunya di Mars, satunya lagi di Pluto. Kalo mau ketemu susah. Musti lewat stasiun kereta Saturnus dan lewatin Sungai Uranus. Ada yang pacaran tapi terpisah waktu. Jaraknya deket, naik ojek 15 menit nyampe. Cuman kesibukan bikin mereka nggak punya waktu buat naik ojek. Jadi, ya, gitu deh.

Bicara soal jarak dan waktu, tentu berhubungan erat sama yang namanya rindu. Gue berharap selama gue pergi KKN, nggak ada yang rindu berat sama gue. Soalnya rindu itu udah beban yang berat. Selain bisa bikin hati nggak tenang, juga bisa bikin pikiran aneh-aneh. Apalagi kalo komunikasi kurang lancar, beh… setan-setan romadhon baru aja dilepas, gampang banget ngehasut.

Tapi, suka nggak suka, mau nggak mau. Fase rindu-merindukan itu suatu saat pasti akan kita alami juga. Ketika itu tiba, ini yang akan terjadi…

Sesuatu yang kita benci akan jadi sesuatu yang kita rindukan dan kita menginginkan itu terjadi kembali. Sesuatu itu bisa aja… pacar yang menjengkelkan. Menjengkelkannya misalkan susah dibangunin sahur atau nggak mau bayarin makan. Tapi ketika kamu di tempat jauh dari dia, kamu bisa aja teringat hal-hal itu, lalu dengan sedikit rasa bersalah dan menyesal kamu ingin mengulang keadaan waktu itu dan mengubahnya menjadi lebih baik. 

Sesuatu yang paling kita benci bisa menjadi sesuatu yang paling kita sukai. Bisa aja. Contoh paling deket aja: E’ek. Awalnya kita nggak suka sama baunya sampe-sampe ngumpat + ngomel: Anjerrr! Nih e’ek bauk banget. Taik! Tapi lama-kelamaan kita jadi terbiasa dan malah keasikan ngeden. Nggak peduli lagi sama baunya. Pokoknya ngeden!
Dan… setelah semua kembali ke keadaan semula. Akhirnya kita sadar, bahwa, semua nggak sama lagi. Dan semua nggak akan pernah sama lagi.

No comments:

Post a Comment