From the Inside

@christinacorso on TWENTY20
Judul               : From the Inside
Penyanyi        : Linkin Park
Album             : Meteora
Tahun             : 2003


Jika kalian pernah berada di titik terendah dalam hidup, semua pintu tertutup, tidak ada teman yang bisa dipercaya untuk bercerita, tidak ada pilihan yang bisa memperbaiki semua masalah, dan segalanya menjadi semakin rumit dan kompleks, mari kita angkat botol mizone lalu bersulang.

I have been there for years.

Kalau ada lagi titik di bawah titik terendah, mungkin gue di situ. Satu-satunya orang gue percaya menjadi satu-satunya orang yang berkhianat, satu-satunya pintu yang gue miliki tertutup sangat rapat dan tanpa kunci, dan segalanya menjadi rumit dan rumit dan semakin rumit. Tidak ada yang bisa membantu gue selain diri gue sendiri. Tetapi di saat yang sama, di saat hati dan perasaan sudah tidak kuat, jasmani juga sudah berada di posisi yang sejajar.

There is nothing I can do but surrender.

Semua kegilaan, dan perubahan-perubahan luar biasa yang terjadi pada diri gue hari ini, berawal dari satu hari tak terlupakan sekitar sembilan tahun lalu ketika kakak laki-laki gue kecelakaan, sehari setelah menikah, dan percekcokan tanpa solusi beberapa hari berselang.

Gue membisu.

Menutup diri.

Dan hampir bunuh diri.

Puncak dari segala kerumitan itu terjadi ketika gue baru masuk kuliah. Gue harus hidup dan beradaptasi dengan banyak lingkungan baru dalam satu waktu. Kadang gue tidur di rumah saudara orangtua, kadang tidur di rumah saudari, kadang tidur di rumah teman, dan kadang tidak tidur sama sekali karena tidak tau harus tidur di mana. Sementara, gue bertemu setiap hari dengan orang-orang yang tidak pernah tau keadaan gue dan menganggap semuanya baik-baik saja. Dan gue bertingkah seolah semuanya memang tidak masalah.

Hal-hal brengsek itu kemudian membuat gue menjelma menjadi pribadi yang sangat rumit. Gue jadi susah menjelaskan apa yang gue pikirkan kepada orang-orang karena gue sendiri selalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang sangat banyak dari sebuah hal di saat yang sama, yang kemudian membuat gue memilih diam pada akhirnya.

Beberapa orang bilang gue overthinking, beberapa lainnya bilang gue deepthinking. Tapi, sebenarnya mereka hanya tidak mengerti. Jangankan mereka, gue sendiri susah memahami diri gue dengan segala kerumitannya. Gue punya pola pikir dan perasaan yang sangat rumit. Atau sebut saja, gue adalah kerumitan itu sendiri.

Entahlah, mungkin gue hanya belum pernah bertemu orang yang bisa membuat gue membuka semuanya, menceritakan semuanya tanpa diminta. Sampai saat ini gue belum pernah bertemu sosok itu, tapi gue selalu percaya sosok itu akan datang suatu saat untuk mendengarkan segala cerita gue bersama kerumitannya.


Selalu ada obat dari setiap penyakit. Tinggal menunggu waktu saja.

And I'll give her everything, from the inside.

No comments:

Post a Comment