Open

Menyelesaikan Apa yang Sudah Gue Mulai bersama Ralali


Ketika gue baru lulus SMA beberapa tahun lalu, gue sempat berpikir untuk tidak melanjutkan kuliah dan memilih terjun ke dunia bisnis. Ketika itu, bisnis kafe adalah yang paling menjanjikan dan paling banyak dicari, terutama oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Sebelum gue berpikir ke arah sana, gue mengembalikannya ke diri gue sendiri.

Sebagai pelajar yang punya kakak seorang mahasiswa, kehidupan gue tidak bisa jauh-jauh dari internet. Hampir seluruh kafe pada saat itu menyediakan akses internet gratis. Akuilah, tetapi kopi hanyalah pelengkap, yang benar-benar dibutuhkan mereka yang masuk ke kafe itu hanyalah akses internet tanpa batas untuk tugas-tugas yang kian hari semakin menumpuk. Itu baru dari kalangan pelajar dan mahasiswa, belum yang lain.

Dari situ gue melihat peluang karena melihat jumlah kafe di kota gue masih bisa dihitung dengan jari. Lebih dari itu, akses internet yang disediakan belum maksimal sebagaimana yang diharapkan para pengunjung. Jadi para pengunjung terus mencari tempat yang menurut mereka cocok dan bikin betah.

Pada awalnya gue ingin memulai bisnis ini sendirian, tapi ternyata semuanya tidak segampang itu. Memulai bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan ataupun mengencangkan tali sepatu yang kendor. Memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis bagi kebanyakan orang sama dengan mempertaruhkan nasib. Banyak hal yang harus dipersiapkan, memulai bisnis tidak semudah bangun pagi lalu datang ke sekolah, duduk mendengarkan lalu pulang. Hal utama yang paling penting untuk disiapkan sebelum memulai bisnis menurut gue adalah…

Mental.

Banyak orang yang menggebu-gebu ketika awal-awal memulai bisnis, sama seperti ketika gue sempat memutuskan untuk terjun ke dunia ini. Tapi kemudian banyak juga yang menghilang ketika menghadapi kegagalan-kegagalan yang sejatinya memang harus dilewati. Banyak yang tidak memahami bahwa kupu-kupu yang indah itu tidak indah begitu saja, ia harus melewati tahapan menjadi sebutir telur, ulat yang menjijikkan, lalu menjadi kepompong yang akan menentukan ia akan menjadi kupu-kupu atau berakhir hanya sebagai kepompong yang membusuk. Pedang-pedang zaman peperangan dahulu ditempa beribu-ribu kali baru bisa dikatakan layak dibawa para pasukan untuk berperang. Ia harus dipanaskan dengan api yang membara sepanjang malam, ditempa dengan besi lain. Jika ia berhasil menahan tempaan itu, ia akan dibawa ke medan perang dengan perasaan bangga dan berani. Jika tidak, ia hanya akan berakhir di tempat sampah.

Intinya, untuk memulai bisnis dibutuhkan mental yang lebih kuat dari hanya sekadar baja dan harus melalui proses yang lebih sakit dari yang bisa dibayangkan.

Konsep.

Gue ingat seorang seniman pernah berkata, seniman yang baik meniru, seniman yang cerdas mencuri. Tentu saja perkataan itu dalam tanda kutip.

Ketika gue melihat sebuah peluang bisnis dan mencoba mengikuti konsep yang sudah ada, jika gue ngotot untuk mengikutinya maka konsep gue hanya akan dikenal sebagai konsep yang biasa saja dan akan jarang dilirik.

Konsep yang dimaksud bukanlah sekadar konsep. Konsep yang dibutuhkan adalah yang berbeda dari yang sudah ada, sekalipun bisnis serupa sudah ada, tetapi harus ada sesuatu yang membuatnya berbeda. Contoh kecilnya ketika gue ingin membuka sebuah kafe, nyaris semua tempat di Indonesia terutama di kota-kota besar sudah terdapat kafe, tapi gue membuatnya berbeda dengan menambahkan fasilitas seperti membuat perpustakaan kecil di salah satu sudut agar para pengunjung bisa membaca secara gratis, atau memberikan bonus menu tertentu jika pengunjung memesan dengan nominal tertentu sebagai bentuk penghargaan. Tujuannya jelas untuk menarik pengunjung dan membuatnya betah.

Mental yang lebih kuat dari baja tidak akan berarti apa-apa tanpa konsep yang matang dan berbeda dari yang sudah ada sebelumnya.

Action!

Apalah artinya sebuah mental baja dan konsep yang berbeda kalau tidak ada yang memulai aksi apa-apa. Kita tidak akan mendengar nama Microsft sekarang jika dulu Bill Henry Gates hanya memendam idenya di dalam kepala, dan kita tidak akan pernah menikmati produk-produk seelegan produk Apple jika mendiang Steve Jobs dulu lebih memilih diam daripada mengambil satu langkah penting yang kini merubah segalanya.

Gue pikir, mental, konsep dan aksi adalah tiga hal utama yang harus dimiliki sebelum terjun ke dunia bisnis.

But that three things, they are just the beginning.

Saat terjun ke dunia bisnis yang benar-benar nayata, maksud gue, yang bukan lagi sekadar teori berupa konsep, ada beberapa hal lagi yang tidak kalah pentingnya yang menurut gue wajib dimiliki.

Keberanian untuk gagal.

Berani memulai berarti berani untuk gagal. Sama halnya dalam hal percintaan, berani jatuh cinta berarti harus berani menanggung risiko patah hati. Gagal pada bisnis yang pertama kali dibangun adalah hal yang wajar, dan semua orang sukses tentu saja pernah mengalami hal yang sama, begitu kata ayah gue dulu.

Keberanian untuk mengubah.

Konsep yang berbeda dari yang lain tidak selalu berarti akan diterima dan dianggap lebih baik dari yang sudah ada. Jika pada kenyataannya konsep tersebut tidak dapat diterima oleh masyarakat pada umumnya, di situlah dibutuhkan keberanian untuk mengubah konsep yang sudah ada sekalipun itu harus memulainya dari nol kembali. Di sinilah titik di mana biasanya kebanyakan orang berhenti untuk melanjutkan apa yang dulunya mereka sebut impian, dan peran mental baja itu sangat penting.

Keberanian untuk memulai kembali.

Kita juga harus berani melawan ketakutan dan pertanyaan seperti “bagaimana jika ini tidak berhasil juga?”, “bagaimana jika ini gagal lagi?”, dan bagaimana jika-bagaimana jika yang lainnya.

“Memang sangat sulit untuk bangkit kembali dan memulai dari nol setelah terjatuh, tapi akan lebih sulit lagi jika kita lebih memilih untuk diam dan tidak bangkit lagi.”

Gue belajar semua itu dari kegagalan-kegagalan yang pernah dilalui oleh ayah, dan atas saran dari beliau gue mulai belajar membentuk mental, belajar membuat konsep yang berbeda, dan belajar untuk memulai satu langkah pertama dalam aksi.

Gue pun mencoba mengikuti kelas-kelas bisnis dan belajar dari orang-orang yang sudah sukses, lalu gue memulai usaha kafe gue sendiri.

Sayangnya, itu tidak berlangsung lama untuk membuat gue melupakannya dan memutuskan untuk melanjutkan kuliah dan menjadi mahasiswa yang biasa saja. Sebagai mahasiswa yang hanya berpenghasilan dari usaha menjual jasa dan uang jajan seadanya, gue kesulitan memulai bisnis dengan konsep yang berbeda dari yang lainnya karena membutuhkan banyak sumber daya dan sumber dana. Akhirnya gue putuskan untuk berhenti sementara, membangun jaringan sambil mematangkan konsep yang gue miliki, dan tentu saja mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk membangun usaha gue sedikit demi sedikit. Gue ingat, Apple Computer Inc. juga dulunya dimulai dari sebuah garasi rumah dengan modal dari hasil penjualan satu mobil butut.

Lebih dari setahun berlalu, gue semakin fokus ke kuliah dan melupakan apa yang sudah gue mulai lebih dari setahun lalu itu. Sampai akhirnya pada suatu hari, ketika gue sedang duduk di kafe mencari-cari referensi untuk tugas-tugas kuliah gue di internet, gue nggak sengaja melihat sebuah situs marketplace yang sepertinya bisa membantu usaha gue yang sudah setahun terbengkalai. Impian yang sejak dulu ingin gue wujudkan.

Ralali.

Ralali adalah sebuah Online B2B Marketplace yang memberikan kemudahan proses transaksi jual-beli melalui teknologi dan fitur yang dapat membantu Seller dan Buyer melakukan proses bisnis lebih mudah, aman, dan transparan. Ralali menghubungkan pembeli, baik korporat maupun individu, dalam menemukan ribuan produk untuk kebutuhan bisnis dan perusahaan dari ratusan supplier ternama dan terpercaya.

Gue pun langsung tertarik dengan konsep Ralali B2B Marketplace yang satu ini lalu mulai mencari tahu lebih lanjut dan mengabaikan tugas gue yang menumpuk di atas meja.

Didirikan pada tahun 2013, Ralali adalah B2B online marketplace terbesar di Indonesia yang menyediakan beragam kategori bisnis, mulai dari kebutuhan produk MRO (Maintenance, Repair and Operation), HoReCa (Hotel, Restaurant & Café), dan lainnya. Kini Ralali sudah memiliki 10.000 Loyal Customers, lebih dari 1200 vendor, 75.000 produk, dan lebih dari 100.000 unique visitors setiap bulannya dari seluruh Indonesia. Ralali menyediakan beragam kategori produk mulai dari Automotive Equipment, Electrical, Environmental, GPS, Machine Tools, Medical Devices, Power Tools, Safety Equipment, Sanitary, Test and Measurement, Work Tools, dan Home and Kitchen Appliances. Beragam produk tersebut ditujukan bagi skala perusahaan maupun kalangan end-user.

Gue bisa memulai bisnis kafe gue yang dananya minim dengan memanfaatkan kulakan atau grosir barang yang ada di Ralali. Gue bisa mencari supplier yang menyediakan Building Materials, Furnitures dan Decorations, Office and Store Supplies, dan lain-lain yang gue butuhkan.

Ralali tidak hanya menyediakan alat dan bahan yang gue butuhkan untuk membangun sebuah kafe, tapi ada berbagai kebutuhan lainnya yang berasal dari berbagai supplier terpercaya di seluruh Indonesia.

Automotive & Transportation

Di bagian Automotive & Transpoortation Ralali B2B Marketplace menyediakan berbagai kebutuhan otomotif dan transportasi mulai dari spare part untuk mobil, motor, sepeda, truk, bus, hingga kereta. Semua yang berkaitan dengan otomotif dan transportasi lengkap di sini.

Beauty, Sport & Textile

Di kategori Beauty, Sprot & Textile tersedia berbagai perlengkapan olahraga mulai dari fitness hingga olahraga outdoor, perlengkapan salon dan kecantikan, dan perlengkapan tekstil lainnya.

Building Materials

Di bagian Building Materials bisa dibilang ini adalah kebutuhan utama untuk memulai bisnis kafe yang gue impikan. Di sini tersedia berbagai perlengkapan seperti kran, pipa, wastafel, keramik, cat interior, hingga berbagai jenis pintu dan jendela yang dapat menambah warna keunikan dalam ide bisnis yang sudah gue konsep.

Computer & Communication

Di sini bisa ditemukan berbagai jenis perangkat komunikasi, dari perangkat keras hingga perangkat lunak. Berbeda dengan marketplace besar lainnya yang hanya menyediakan produk-produk yang sangat banyak dicari seperti smartphone atau laptop terbaru, di sini para pembeli bisa mendapatkan perangkat komunikasi yang lebih lengkap mulai dari kompas, berbagai jenis GPS, handy talky, PABX, teleconference audio/video hingga routers dan bahkan tower server sampai berbagai perangkat pendukung lainnya.

Electronics

Alat-alat eletronik yang disediakan juga sangat lengkap, mulai dari alat eletronik untuk dapur, rumah dan kantor, hingga peralatan eletronik opsional seperti CCTV atau kunci dan alarm untuk rumah.

Food & Beverages

Pada bagian Food & Beverages akan disediakan alat dan bahan yang lengkap seperti alat makan dan minum, aneka makanan dan minuman, makanan mentah dan instan, hingga bumbu-bumbu dapur yang lengkap. Sangat cocok untuk ibu rumah tangga yang sibuk dan tidak ingin repot.

Furnitures & Decoration

Ini bagian favorit dan paling bikin ngiler untuk gue. Gue bisa dengan leluasa memilih berbagai jenis furniture dan dekorasi yang akan gue gunakan untuk konsep bisnis gue nantinya.

Ada banyak sekali pilihan yang menarik untuk memanjakan calon pengunjung kafe gue seperti dekorasi dalam ruangan berupa stiker tembok agar orang-orang nyaman, kerajinan kayu berupa kursi dan meja yang unik, hingga jenis-jenis lampu yang bisa disesuaikan dengan tema tiap-tiap ruangan.

Health & Medical

Alat-alat kesehatan untuk rumah sakit dan personal pun disediakan. Dari perlengkapan rumah sakit dan laboratorium berupa mikroskop, stetoskop dan perlengkapan sterilisasi hingga alat-alat kesehatan untuk personal seperti timbangan, tensimeter, bahkan suplemen.

Horeca

Horeca adalah singkatan dari Hotel, Restaruant & Café. Perlengkapan itu seperti yang selalu kita temui ketika masuk ke sebuah hotel, restoran, ataupun kafe seperti alat mandi, alat masak, kursi-kursi, meja-meja, dan kotak-kotak perlengkapan aksesoris lainnya.

Machinery & Industrial Parts

Bagian ini lebih diperuntukkan kepada para pekerja atau mungkin mandor untuk menyiapkan alat-alat kerja untuk bawahannya. Ada puluhan bahkan ratusan jenis alat untuk berbagai profesi perindustrian yang disediakan di sini.

Office & Store Supplies

Office & Store Supplies berisi perlengkapan untuk menunjang pekerjaan kantor dan karyawan untuk meeting seperti meja bundar, papan tulis, dan sebagainya. Perlengkapan lain seperti alat tulis, kalkulator, dan perlengkapan penting lainnya juga ada.

Services

Terakhir, Services. Bagian ini nantinya bisa dijadikan tempat untuk menemukan jasa IT atau jasa-jasa lainnya yang mungkin akan dibutuhkan ke depannya.

Hal lain yang menarik dari Ralali adalah cara belanja yang mudah dan dijelaskan secara lengkap di website-nya. Bahkan, kita bisa belanja tanpa harus mendaftar akun baru sekalipun. Menariknya lagi, pembeli bisa meminta penawaran harga untuk barang yang ingin dibeli, langsung kepada penjualnya.
Ssst... bisa ditawar, lho...
Isi data, review belanjaan, pilih metode pembayaran...
Konfirmasi pembayaran dan... VOILA!

Setelah deal dengan barang yang ingin dibeli, tentu saja kita akan tiba di bagian pembayaran. Untuk urusan pembayaran, Ralali sudah bekerja sama dengan bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, BII, dan CIMB Niaga.

Tidak punya waktu duduk lama di depan komputer?

Tenang, aplikasi Ralali saat ini sudah tersedia di Google Play Store untuk pengguna smartphone berbasis Android.


Meski belum ada hasil signfikan, gue sudah memulai bisnis gue sejak beberapa tahun lalu dan gue melihat ada peluang yang diberikan lewat Ralali B2B Marketplace, karena itu gue ingin memulai kembali bisnis di usia muda bersama Ralali dan menyelesaikan apa yang sudah gue mulai.

No comments:

Post a Comment