Open

ASUS X550ZE dan Pembuka Pagi yang Penuh Tawa





Pagi ini aku terbangun agak siang setelah semalam begadang menyaksikan klub bola kesayanganku, Manchester United, berlaga di layar kaca. Seperti biasa, di akhir pekan kerjaan rutin yang selalu aku lakukan adalah bersih-bersih rumah terutama kamar tidur yang sekaligus kujelma jadi ruang kerja.

Minggu lalu, aku tidak sempat membersihkan kamar karena sedang ada urusan di luar kota. Itu berarti, minggu ini harus bersih-bersih ekstra. Aku menyibak kain jendela kamar tidur yang berhadapan langsung dengan sinar matahari, silaunya memaksa sinar matahari dari ufuk timur mengisi sebagian ruang di kamarku. Kembali kututup dan melanjutkan acara bersih-bersih.
Meja kerjaku mulai ditumpuki buku-buku untuk kerjaan kantor, sementara lantai dipenuhi sampah-sampah kecil seperti tissue, bungkus rokok, dan bungkus-bungkus makanan ringan yang belum sempat kubersihkan.

Saat sedang kusyuk membersihkan, tiba-tiba pintu rumah terketuk. Kuabaikan saja sambil memasang kuping. Di luar ada Mbok Mina, pembantu yang senantiasa membersihkan seluruh isi rumah, kecuali kamarku tentu saja. Aku tidak ingin siapa pun mengganggu kamarku, agar aku tidak pusing ketika mencari semua yang aku butuhkan.

“Mas, ada tamu.” Mbok Mina bersuara sesaat setelah mengetuk pintu kamarku. Aku yang dari tadi sibuk membereskan isi kamar, berhenti sejenak.

“Siapa, Mbok?”

“Mas Iwan, tetangga sebelah, Mas.”

“Oh, iya, Mbok. Suruh masuk dulu. Suruh tunggu sebentar,” pintaku. “Jangan lupa bikinin minuman, Mbok.”

“Iya, Mas.”

Suara Mbok Mina lalu berlalu. Terdengar langkah kakinya menjauhi kamarku.

Aku mengambil kaos putih yang tergeletak di tempat tidur dan meninggalkan kamar yang masih berantakan.

“Kenapa, Wan? Tumben pagi-pagi lo ke sini?”

Iwan terdiam agak lama. Ia terlihat memikirkan sesuatu.

 “Gue mau beli notebook. Kira-kira yang bagus apa ya?”

Iwan memang sering bertanya seputar gadget padaku. Notebook terakhir yang dimilikinya juga atas saranku.

Notebook yang lama emang ke mana?”

“Masih ada, kok. Tapi ini mau nyari lagi untuk desain dan yang bagus buat gaming.”

“Wah, kebetulan banget tuh, Wan. ASUS baru saja mengeluarkan produk baru, ASUS X550ZE dengan prosesor AMD FX-7600P dengan 12-compute cores yang punya kecepatan hingga 3.6GHz.”

“Wow!” Iwan terkejut.

“Itu pas banget buat elo. Jadi kalo kerjaan desain lo lagi buntu, lo bisa pindah main game tanpa perlu menutup aplikasi desain lo. So smooth.”

Iwan langsung mupeng mendengarkan penjelasanku. Aku jadi semakin bersemangat untuk menjelaskan.

Bukan hanya kecepatan hingga 3.6GHz dan 12-compute cores yang membuat ASUS X550ZE terlihat gahar. Tapi masih banyak lagi yang lainnya. Salah satunya adalah bentang layarnya yang luas, 15,6” HD yang pastinya jadi impian banyak gamers dan designer karena didukung juga dengan numerical keyboard yang semakin mempermudah pekerjaan. Layar ASUS X550ZE ini memiliki resolusi 1366 x 768 piksel dengan fitur Splendid Technology, sebuah fitur yang mampu meningkatkan kualitas gambar dengan cara mereproduksi warna menjadi lebih kaya. Sangat cocok untuk pekerjaan Iwan yang seorang desainer grafis. 

Yang paling membuat Iwan semakin tertarik adalah garansinya. ASUS X550ZE ini memiliki 2 years global warranty yang meliputi biaya service dan penggatian spare part yang memiliki masalah.

“Itu kan kesukaan lo, Wan?”

Aku tahu, Iwan paling hobi komplain tentang performa dan pelayanan dari sebuah produk.
Iwan terbahak. “Notebook ASUS gue yang sekarang aja masih sehat, segar bugar, Man!”
Lalu kami tertawa berbarengan.

Dari arah dapur, Mbok Mina datang membawa dua cangkir teh panas dan setoples biskuit yang kelihatannya sisa semalam saat aku menonton bola. Aku hanya menatapnya tanpa berkata.

“Tapi, Man… gue butuh sesuatu yang lebih dari sekadar spesifikasi tinggi. Sesuatu yang bikin pekerjaan gue jadi lebih menarik.”

Hmm..

Aku menyeduh teh, lalu lanjut membahas fitur-fitur unggulan yang tertanam di dalam ASUS X550ZE.

InstantOn.

InstantOn memungkinkan pengguna mengaktifkan laptop hanya dalam waktu 2 detik dalam kondisi standby. Tentu saja fitur tersebut berkat kolaborasi antara ASUS dan AMD yang hadir untuk ASUS seri X.

Fitur InstantOn juga memungkinkan untuk menyimpan secara otomatis data-data ketika laptop dalam keadaan battery low tapi tidak ada listrik untuk mengisi daya.

Super Hybrid Engine Technology.

Teknologi ini mampu membuat perangkat X550ZE bisa bertahan dalam mode sleep selama dua minggu lamanya.

AudioWizard dengan teknologi SonicMaster.
 
Dengan teknologi tersebut, suara yang dikeluarkan oleh speaker X550ZE sangat jernih, kuat, padat dan tidak pecah. Sistem AudioWizard yang terdiri dari Music Mode, Recording Mode, Movie Mode, Gaming Mode, Speech Mode, Off Mode juga turut andil membuat laptop terbaru keluaran ASUS ini mampu mengeluarkan dentuman suara yang memikat telinga.

IceCool Technology untuk meredam panas.

Bermain game, berarti akan membuat perangkat menjadi cepat panas. Karena itu di dalam X550ZE tertanam IceCool Tech untuk meredam panas akibat bermain game. IceCool Tech membuat area palm rest (tempat menempatkan telapak tangan di bawah keyboard) tetap memiliki suhu normal meski digunakan dalam waktu yang lama. Teknologi tersebut dibuat dengan cara menata ulang letak mesin-mesin  yang bekerja di dalam notebook agar tak menimbulkan kondisi panas berlebih.

Fitur smart gesture pada Touchpad.

Smart gesture pada touchpad berfungsi agar lebih mudah mengoperasikan atau memberikan perintah kepada notebook  saat sedang dijalankan. Contohnya jika ingin melakukan scroll ke bawah, pengguna dapat memakai dua jari lalu menyeretnya ke arah bawah. Hal yang sama berlaku saat hendak ingin melihat bagian atas.

Selain itu, Area touchpad pun dibuat cukup luas yakni berukuran 104 mm x 76 mm. Dengan papan yang luas itu, mekanisme smart gesture yang dirancang tidak  hanya satu, melainkan tiga jenis. Dapat pula dilakukan zoom-in dengan mencubit area touchpad, atau menggeser dua jari ke arah berlawanan saat hendak melakukan zoom-out. Smart gesture dengan mode tiga jari juga dapat dilakukan ketika pengguna ingin berpindah dari satu halaman ke halaman berikutnya, dengan menggesernya ke kiri dan kanan. Sedangkan jika tiga jari digeser ke atas dan bawah, maka akan muncul tampilan desktop.

Aku berhenti sejenak dan menyeruput minumanku.

“Fantastis!” seru Iwan. “Lalu bagaimana dengan performanya?”

ASUS X550ZE dibekali dengan RAM 4GB LPDDR3L 1600 MHz. (bisa di-upgrade hingga 16 GB), dengan prosesor kelas tertinggi dari AMD yaitu FX-7600P. Tapi juga ada varian lain yaitu AMD A10, dengan kartu grafis Radeon R7-M265DX yang mendukung Dual Graphic, tentunya sangat bermanfaat untuk meningkatkan performa notebook saat menjalankan pekerjaan yang membutuhkan pengolahan grafis yang intensif.

X550ZE dengan prsosesor AMD Radeon FX-7600P tentu saja memiliki performa lebih dibandingkan X550ZE dengan prosesor AMD Radeon R7-M270DX. Dengan kualitas prosessor dan grafis yang lebih tinggi dibanding varian sebelumnya, notebook Asus X550ZE dengan AMD APU FX ini terbilang lebih handal dalam berbagai pekerjaan. Tak melulu soal gaming, namun juga untuk menelan berbagai aplikasi-aplikasi berat seperti desain grafis, programming, desain objek 3D, sunting video, ilustrasi foto dan lain-lain tanpa harus khawatir notebook tersedak di tengah jalan.

“Oke, oke…” Iwan menyeruput minumannya untuk kali kesekian.

Aku lalu memberikan print out spesifikasi lengkap ASUS X550ZE kepadanya.


“Bagaimana dengan harganya?”

“Lo pasti tau sendiri, kan, ASUS selalu mengeluarkan produk dengan spesifikasi gahar dengan harga terjangkau?”

Iwan mengangguk sambil memandangi kertas yang aku sodorkan padanya.


“Kalo spesifikasi dan harga, gue oke, lah. Nah, tapi gue kan suka pamer, kira-kira ASUS X550ZE ini keren nggak kalo pengen gue pamerin ke teman-teman kantor gue?”

Of course! Bisa banget! Indeed!” jawabku dengan lantang.

ASUS X550ZE memiliki Desain Mewah yang Elegan

Hal yang menarik dari ASUS X550ZE tidak hanya terletak pada aspek mesin internalnya saja, melainkan juga desain dan tampilan bodi yang diusungnya pun terbilang cantik dan sangat elegan. X550ZE menggunakan bodi berbahan plastik yang dirancang cukup apik sehingga seolah-olah mampu menampilkan kesan material berbahan logam.

Di samping itu, notebook ini juga dirancang dengan sangat bergaya dengan desain cover ber-finishing spin-line. Desain cover tersebut jika diperhatikan secara detail memiliki tekstur bulat (melingkar). Dimulai dari bulatan kecil di bagian tengah cover, kemudian terus menerus membesar hingga ke pinggiran bodi laptop hingga menyelimuti semua bagiannnya sehingga mengesankan unsur premium secara tampilan.

Desain ini membuat ASUS X550ZE tampak fokus untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan laptop berperforma memukau, dengan tampilan yang elegan untuk mencukupi kebutuhan komputasi di segala lini. Baik di lingkup pekerjaan kantor maupun di rumah, mulai web browsing hingga mengakses konten multimedia.

“Tapi…” Iwan terlihat masih agak ragu. “Apa jaminannya kalo ASUS X550ZE ini memang bagus?”
Aku tersenyum menatap Iwan. Memastikan bahwa ia masih menyimak pembicaraanku.

“X550ZE sudah melalui Pengujian Ekstrim demi Kualitas Terbaik, Wan.”

Untuk mendapatkan notebook berdaya tahan tinggi, semua notebook ASUS telah melalui proses pengujian yang memastikan setiap model tahan banting dan dapat diandalkan. Dalam prosesnya, semua notebook ASUS diuji dengan cara yang tidak biasa agar ketika sampai di tangan konsumen memang benar-benar memiliki kondisi fisik yang kuat.

Tes Keyboard

Setiap tuts di keyboard diketuk berkali-kali oleh jemari robot untuk memastikan keyboard nyaman dipakai dan tetap handal setelah tekanan yang keras sekalipun. Tes seperti ini umumnya diperlukan mengingat tiap tus di keyboard rentan lepas atau rusak setelah dipakai mengetik ataupun bermain game terus-menerus dalam waktu yang lama.

Tes Abrasif

Bodi bagian luar dari laptop diuji pada permukaan kasar untuk mengetahui daya tahan permukaan dan warna. Biasanya bagian terluar laptop memang mudah mengalami “aus” yang seringkali membuat penampilan berubah.

Tes Kebisingan

Untuk hadir sebagai notebook yang nyaman dipakai, tiap laptop menjalani tes kebisingan suara yang biasanya diakibatkan putaran kipas dan noise dari dalam laptop. Tes juga mencakup pengurangan level bising, tes kipas yang tak berisik, hingga cek segel di setiap komponen.

Tes Tekanan

Bagian layar yang tergolong paling rapuh dicoba dengan tekanan tertentu untuk memastikan cover pelindungnya cukup kuat menahan beban.

Tes Engsel

Faktor engsel yang seringkali bermasalah diuji dengan melakukan buka-tutup cover sedikitnya 20.000 kali untuk mengukur kekuatannya.

Tes Getaran

Tes ini dijalankan dengan menempatkan notebook pada beberapa kondisi/frekuensi getaran guna memastikan konstruksi luar dan bagian dalam dalam notebook ASUS tetap terpasang rapat dan tak lepas/kendur.

Tes Goncangan

Selama proses pengiriman/distribusi dan juga pemakaian harian, biasanya paket notebook akan mengalami goncangan. Tes ini memastikan setiap notebook tetap dapat beroperasi dengan baik setelah mengalami goncangan seperti ini.

Tes Pemelintiran

Seringkali orang membuka-tutup cover notebook dengan satu tangan yang menyebabkan bagian layar menjadi lentur. Uji ini mengukur seberapa kuat rangka bodi mampu melindungi keseluruhan notebook.

Tes Akselerasi Tinggi

Notebook akan dicoba digerakkan dalam kecepatan tinggi. Tes HALT (Highly Accelerated Life Test) merupakan simulasi pergerakan notebook untuk kemudian dianalisa teknisi untuk meminimalkan masalah yang mungkin terjadi.

Tes Port

Setiap port I/O akan diuji dengan memasukkan dan mencabut konektor berkali-kali untuk menjamin tiap lubang tetap kuat tanpa mengalami penurunan kualitas dan kecepatan transfer data.

Tes Temperatur
Inilah pengujian notebook terhadap suhu rendah dan tinggi serta berbagai level kelembaban udara. Setiap bagian notebook di sini telah diperkuat untuk menjamin daya tahan yang tinggi menghadapi berbagai kondisi cuaca.

Tes Jatuh

Akan sangat bagus bila sebuah notebook yang dijatuhkan tak langsung rusak. Rangkaian tes jatuh ini mampu mengukur seberapa kuat sebuah notebook bertahan terhadap berbagai kejadian yang tak terduga.

“Oke, oke… the last one,” kata Iwan. “Beri gue satu alasan lagi, kenapa gue harus beli ASUS X550ZE ini, Man?”

“Sederhana aja,” jawabku dengan begitu enteng.

Beberapa alasan untu memilih ASUS

Pertama, keindahan visual

Teknologi Asus Splendid yang digabungkan dengan sistem panel dan software canggih, memungkinkan pemakai mengatur tampilan warna pada konten apa pun. Hasilnya, tampilan layar akan tampak lebih hidup dan detil.

Kedua, suara yang mengesankan

Teknologi khas SonicMaster menghasilkan kualitas audio yang berkelas. Output suara akan tampil lebih kuat, detil, dan akurat. Dukungan AudioWizard yang intuitif juga menyajikan 5 pilihan mode audio yang akan menyesuaikan mode suara sesuai kondisi yang diinginkan.

Ketiga, fitur sentuh intuitif

  • Ukuran aktuator (area) titik sentuh yang mencapai 6mm membuat layar sentuh lebih sensitif dan berpresisi tinggi. Sangat membantu untuk aktivitas menggambar atau menulis yang membutuhkan kecermatan tinggi.
  • Keyboard ASUS mampu menerima tekanan puncak 62gram yang merupakan nilai terbaik untuk mengetik cepat, akurat, dan tak melelahkan untuk waktu yang lama.
  • Area Touchpad yang luas dengan fungsi lebih banyak membuat pergerakan jari jadi lebih leluasa dan memudahkan fungsi gesture yang lebih beragam.


Keempat, respon yang cepat.

  • Fitur InstantOn 2 detik dari kondisi standby sangat efisien menghemat waktu tunggu agar notebook segera siap dipakai bekerja.
  • Berkat teknologi Super Hybrid Engine pada mainboard memungkinkan notebook dalam kondisi tidur (sleep) mampu bertahan hingga 2 minggu lamanya.
  •  Fungsi backup otomatis membuat sistem segera melakukan penyimpanan data (backup) pada saat kapasitas baterai tersisa kurang dari 5%.


Kelima, layanan Cloud ASUS WebStorage

Fasilitas penyimpanan data berbasis cloud dengan antarmuka user friendly yang memudahkan pengguna berbagi-pakai konten dengan mudah dan cepat kepada keluarga dan teman-teman, kapan pun dan di mana pun.

Iwan terperangah mendengarkanku.

Berikutnya, aku mengambil laptop di kamar dan memperlihatkan sebuah video padanya.


“Oke, oke… kalau gitu, temenin gue beli ASUS X550ZE sekarang!”

Aku terkejut. Kopiku nyaris tumpah. “Nanti dulu,” kataku. “Bantuin gue bersih-bersih kamar dulu baru kita pergi!”

Iwan tertawa lagi, yang kubalas dengan tawa yang lebih lebar.


No comments:

Post a Comment