Open

Cinta Monyet Tidak Bisa Romantis?


Ini cerita, tentang Lisa si kembang sekolah dan Radit penggemar berat Lisa sejak masih duduk dibangku sekolah dasar. Masih dalam status cinta monyet sampai menjelang ujian nasional Radit masih setia menunggu sampai Lisa mau mengiyakan menerima Radit jadi pujaan hatinya Lisa. Dari segi fisik Radit oke, sedikit diatas standarlah ya. Soal kemapanan Radit juga kece seperti kebanyakan teman bergaul Lisa. Lalu, apa yang membuat Lisa sampai sekarang tidak mau menerima Radit padahal Lisa juga belum punya pacar sejak putus dari
Indra sejak kelas dua SMP. Atau mungkin ceritanya yang salah? *wah jangan dong gan, udah capek nulis malah bilang salah, kebangetan deh*
Lisa yang memang cantik, menawan dan hidupnya mewah tapi tidak arogan seperti kebanyakan orang memang memiliki banyak teman disekolah, terutam cowok-cowok yang sebenarnya mereka punya niat inigin jadi pacar Lisa. Tapi Lisa memang masih tertutup sampai sekarang kalau ditanya tentang asmara.
Dari SD, Lisa menjawab ia belum mau pacaran apalagi dengan teman sekelas. Radit pun menunggu hingga masa setingkat di atas sekolah dasar dan kali ini Radi tidak sekelas lagi dengan Lisa. Tapi sialnya Radit pun masih ditolak padahal pas jam istirahat mereka masih sering mesra-mesraan dikantin ataupun lapangan basket sekolah. Hingga akhirnya Radit diserempet *kayak motor ya disrempet* sama si Indra, dan lebih dulu jadian sama Lisa.
Tapi, karena menganggap dirinya lebih pantas bersama Lisa, Radit tak pernah mau mau menyerah sebelum benar-benar berhasil mendapatkan hati Lisa. Tapi karena terhalang oleh Indra yang memuat kemesraannya mulai memudaar sejak kehadiran Indra, Radit pun mencari cara agar hubungan mereka tidak bertahan lama. Dan benar saja, hanya beberapa bulan setelahnya mereka break *itu istilah kerennya gan :D kalo kasarnya pisah ranjang hehe :D*.
Dasar sialnya, Radit yang kembali terlihat mesra dengan Lisa karena memang mereka akrab sejak kecil masih belum juga bisa melunakkan hati Lisa. Berbagai cara yang disarankan teman-temannya pun dilakukan. Mulai dari mendaki gunung everest, mengelilingi sungai amazon sampai mengubur piramida tertinggi di Mesir *lebay amat* ia rela lakukan asalkan Lisa mau menjadi pendamping hidupnya. Tapi tetap tidak ada hasil.
Sampai akhirnya tiba hari pelulusan dan mereka pun belum ada tanda-tanda akan lebih serius dalam urusan love.
***
Hari sabtu, dan hari itu jam pelajaran olahraga. Radit yang kelasnya bersebelahan dengan kelas Lisa sudah terlihat siap dilapangan bersama teman-temannya. Hari itu memang banyak kelas yang bergabung dalam kelas olahraga. Ada sekitar 7 kelas dan 2 guru pembimbing. Kapasitas lapangan sekolah memang sangat memadai karena sangat luasnya pekarangan sekolah.
Seluruh siswa pun dikumpulkan dan dibagi dalam beberapa kelompok untuk saling dipertandingkan pada bidang olahraga pilihan mereka masing-masing. Radit memilih bertanding bola melawan teman kelas Lisa sementara Lisa sendiri memilih kasti.
15 menit sebelum jam pelajaran berakhir, Radit duduk diatas meja wasit lapangan tenis sambil melirik ke arah Lisa yang masih terlihat asyik bermain kasti. Ia pun berpikir konyol untuk menyatakan cinta sebelum kembali ada ada yang menyerempet dan mendahuluinya seperti semasa SMP. Tapi, dia bingung bagaimana agar Ia bisa membuat agar semua orang tahu perasaannya kepada Lisa. Memutar kepala kiri-kanan akhirnya Radit dapat ide konyol. Dengan bantuan dari teman-temannya rencananya pun dimulai. Ketika Lisa mulai terlihat lelah dan beristirahat, Andi, teman baik Radit menghampiri Lisa.
“Lis, kekantin yuk? Haus nih”.
“Ayok, bentar ya aku ambil dompet dulu dikelas”. Jawabnya sambil berdiri dari tempat duduk.
“Wah, kamu mau kekelas ambil dompet? Ya ampun keburu mati kehausan dong mpok. Aku traktir aja deh. Kebetulan hari ini aku dapat uang jajan lebih, gak papa”.
Lisa pun setuju dan mereka berjalan kekantin.
Sementara itu teman-teman Radit yang lain mengumpulkan seluruh siswa yang mengikuti kelas olahraga hari itu dengan alasan aka nada pertunjukan heboh dari Radi dan Lisa tapi mereka tidak boleh rebut. Dengan banyak cara dan saling kode sepertinya rencana akan berjalan lancar.
Mendengar itu, pak Iksan, guru olahraga yang juga cukup akrab dengan Radit juga memiiki ide untuk membantu Radi melancarkan rencananya. Ia mengumpulkan siswa dilapangan dengan alasan ada penyampaian penting menjelang ujian akhir nasional.
“Eh, kayaknya disana ada sesuatu deh. Kesana yuk”. Ajak Andi.
“Ah, malas. Aku mau balik kekelas aja. Udah gerah nih”.
Dari kejauhan terlihat pak Iksan melambaikan tangannya memanggil Lisa dan Andi segera mendekat.
***
“Nah, anak-anak. Hari ini bapak da penyampaian penting menyangkut masalah persiapan kalian menghadapi ujian praktek dan ujian akhir nasional. Tetapi sebelum itu, saya akan mempersilahkan Radit sebagai penanggungjawab kelas olahraga ini untuk memberikan sedikit arahan pada kalian”. Kata pak Iksan.
Radit pun mulai beraksi dengan berdiri di atas kursi wasit dilapangan tenis.
“Oke teman-teman. Sebelumnya terima kasi. Sepertinya ini lebih dari apa yang sudah saya dan teman-teman anggota rencanakan. Hari ini saya tidak perlu panjang dan lebar lagi”. Tutur Radit
Kita akan membentuk tim kepanitiaan yang baru menjelang UN. Sebelumnya saya minta Lisa untuk berdiri ketengah”. Pintanya lagi.
Dengan spontan dan tanpa curiga Lisa pun menurut saja.
“Teman-teman, hari ini kalian akan jadi saksi”.
“Lisa, sudah sejak lama kamu menolak cintaku dan mengabaikan perasaanku dengan berbagai alasan yang menurutku tidak masuk logika”. Teriak Radit.
“Jadi, hari ini aku akan membuang malu untuk menuntut kembali agar kamu menjawab pertanyaanku yang sama dengan 7 tahun lalu. Maukah kau jadi pacarku?”.
Dengan sangat terkaget –kaget Lisa mengangguk dan member isyarat bahwa Ia mau menerima Radit untuk pertama kalinya sejak 7 tahun berlalu. Ternyata memang hal seperti ini yang ditunggu Lisa. Ia menyukai tipe cowok yang berani dan romantic. Dan akhirnya mereka pun semakin mesra setiap harinya hingga ujian naasional pun dimulai. SEKIAN!!!

2 comments: